Posts

Selamat Datang Tahun Kambing

Image
Tengah asik ngetik nota analisa, tiba-tiba Pak Masrul bilang, “Nanda Pak Acuan (bukan nama sebenarnya) besok ngajak kerumah, ikut ga?,”. Saya pun agak bingung juga kenapa harus bertamu ke rumah pak Acuan, oh rupanya dalam rangka perayaan imlek tahun ini pikir saya. “oh ya, boleh Pak besok kita pergi kesana,” saya pun lanjut mengetik. Tidak sabar juga menunggu hari esok rasanya, karena memang saya belum pernah bertamu ke rumah orang etnis tionghoa apalagi bertamu dalam rangka tahun baru imlek. Selama ini yang saya tahu imlek selalu identik dengan warna merah, kembang api, kue keranjang dan berbagai perayaan oleh masyarakat tionghoa. Perayaan secara spesifik dan makna imlek sejujurnya saya memang tidak paham, oh ya....yang jelas satu lagi tahun kemaren adalah tahun kuda dan sekarang adalah tahun kambing. Menurut ramalan ala tionghoa shio saya adalah kuda, maka akan mengalami keberuntungan yang luar biasa pada tahun kuda, kalo difikir memang tahun 2014 kemarin adalah tahun yang l...

Pesan dari Jerman

Image
Siang itu, ketika jam kantor masih aktif saya berusaha untuk mengumpulkan semangat karena memang selepas santap siang godaan sangat banyak utamanya adalah rasa ngantuk yang menyerang dengan perlahan. Tiba-tiba saya mendapat pesan dari seorang teman lama yang sekarang sudah jauh di Eropa, dia adalah HS. Semua pasti tau kan Jerman? Ah itu lho yang juara piala dunia kemaren. “Nanda, masih ingat dengan saya”, pesan yang saya baca di messenger media sosial. Lumayan kaget juga mendapat pesan dari kawan yang sudah sekian lama kami tidak berkomunikasi, “ya tentu saja saya ingat....lol,” balasku.

Idealis atau Pragmatis?

Image
Apakah anda termasuk orang yang idealis? Apakah anda mengerti apa itu idealis? atau anda adalah seorang yang pragmatis? Lalu apa pula itu pragmatis?. Semoga tulisan ini tidak mampu memberikan jawaban kepada anda layaknya tulisan bagus lain yang menggunakan teori dari pelbagai sumber ilmu. Sekarang mari kita tengok dulu apa itu idealis, bisa saja idealis berasal dari kata ideal yang berarti berada pada posisi yang sempurna atau logika yang baik lalu ditambah dengan akhiran “is” agar lebih manis. Tidak jarang seseorang mengatakan bahwa dirinya adalah seorang yang idealis, lalu mereka menambahkan akhiran “me” menjadi idealisme yang berarti ajaran menjadi manusia ideal :D . Banyak orang mengatakan bahwa seorang yang idealis berbeda dengan kebanyakan orang lain di lingkungannya, ibaratnya semua orang memilih warna putih maka mereka yang ngaku idealis akan memilih warna hitam. Seolah mereka tidak gentar berdiri sendiri, merasa mantap dengan pilihan sendiri. Sebagai contoh yang muda...

Koin dari Viktor

Image
Liburan natal kemarin saya pulang ke kampung, yap dimana lagi kalau buka desa Palupuah tercinta. Desa yang masih segar alami, hijau dimana-mana sehingga setiap kali pulang kerumah serasa terapi mata dan hati yang menyejukkan jiwa. Apalagi bisa berkumpul dengan seluruh anggota keluarga, plus tentunya bisa makan masakan mama tercinta . Sayangnya liburan kali ini saya tidak bisa melakukan banyak hal, karena hujan yang terus mengguyur kampung. Setiap hari hamp i r tiada cela bagi hujan seolah ti dak ada habisnya air yang dicurahkan, maklum kampung saya memang sering diguyur hujan apalagi pada saat musim hujan seperti sekarang. Rencana untuk pergi ke rumah nenek pun harus saya urungkan karena hujan yang tidak kunjung berhenti. Alhasil dua hari di rumah saya lebih memilih menghabiskan waktu dengan menonton Tv, berkunjung ke beberapa rumah teman lama dan menikmati hidangan yang hangat. Jauh hari sebelum pulang kampun saya juga berencana ingin ke Kota Padang, k arena rindu dengan suasa...

Surat Untuk Laras

Akhir-akhir ini aku melihat Laras agak murung, raut wajah cerianya seolah hilang ditelan bumi, tidak ada lagi gelak tawa, tidak ada lagi wajah yang penuh semangat, yang ada hanyalah raut wajah kecemasan, dan seperti orang yang sudah kalah dalam peperangan. Dalam kehidupannya Laras bukanlah perempuan biasa, dia adalah perempuan jenius sehingga aku akhir-akhir ini mulai percaya bahwa ia adalah salah seorang cucu einstein, karena begitu banyaknya bakat alami yang ia bawa sejak lahir. Aku dan Laras sebenarnya tidak layak lagi disebut sebagai teman, tidak juga ada hubungan spesial layaknya seorang lelaki dan perempuan, tetapi memang benar bahwa kami lebih dari teman entah apa itu namanya hubungan ini. Pasal mukanya yang murung aku tidak berani bertanya karena terkadang Laras bisa saja mengamuk seperti singa yang sedang kelaparan. Tetapi tidak tega juga rasanya melihat ia seperti itu, memang rumah kami tidak berdekatan namun aku bisa membayangkan dengan kondisi seperti itu ia akan lebi...

Tepi Sungai Musi

Image
Tepi sungai Musi Saya dan Iwan sepakat untuk bertemu di rumah sekitar pukul 19.00 malam, Iwan berencana akan menjemput. Setelah bersiap-siap, saya menunggu Iwan dating menjemput sambil ngobrol dengan Bang Edi di teras depan rumah. Tidak lama kemudian sorot lampu sepeda motor dari arah gerbang komplek terlihat menuju rumah kami, “itu dia Iwan,” saya menuju halaman rumah. “ready bro,” Iwan terlihat penuh semangat dan saya segera meloncat ke atas sepeda motor. “kalau di Palembang ini enaknya kita jalan-jalan pakai sepeda motor bro, jadi ga kena macet,” oceh Iwan. Saya pun juga tidak berhenti bertanya tentang Kota Palembang. Sebentar Saja dari rumah kami telah tiba di Kambang Iwak, salah satu tempat nongkrong ABG Palembang. Kambang Iwak itu ya kayak sejenis kolam ikan alias tabek gadang kalau di kampung saya cuma bedanya tabek ini ramai banget . Iwan memperkenalkan saya kepada beberapa orang temannya yang merupakan jurnalis dari berbagai media di Palembang. Senang sekali ra...

Jumpa Dua Orang Kawan Lama

Image
Jaka Baring Stadion Ternyata tidak jauh dari tempat kami kena tilang, saya sudah berada di hadapan jembatan besi besar apalagi kalau bukan jembatan Ampera. Jembatan dengan desain klasik itu masih kokoh berdiri hingga saat ini diatas aliran sungai Musi. Warna jembatannya Merah menyala dengan empat tiang besi beton besar. Setelah melewati jembatan Ampera kami pun melewati jalanan yang tidak terlalu ramai karena sepertinya sudah agak dipinggiran kota. Di sisi kiri sebelum stadion berdiri megah sebuah bangunan perusahaan milik daerah Sumatera Selatan, Bank Sumsel Babel. “siapkan uang lima ribu untuk masuk stadion,” ujar bang Edi. Aku pun merogoh kocek dan menyerahkan kepada petugas yang jaga digerbang pintu masuk stadion. Sekarang saya sudah berada dalam komplek Stadion Jaka Baring, komplek yang luas dan lumayan tidak terawat. Batu-batu kecil bertebaran dimana-mana akibat dari ulah suporter Sriwijaya FC kemarin sore yang terlibat bentrok antar sesama pendukung, aduhhh, apelah ...