Posts

Rahma

Image
Menjelang tidur aku menghubunginya, “halo, apa kabar?”, degup jantungku berdetak kencang, entah kenapa aku merasa seperti akan mendengar sesuatu yang amat penting. Tidak lama,”kabar baik, abang gimana?,” seperti biasa suara lembutnya yang khas mengalir merasuki telingaku. Sebentar kami berbasa basi mengenai aktivitas hari ini, ia bercerita panjang lebar mengenai kuliahnya dan aku juga tidak kalah untuk bercerita, kami sangat antusias, dia jelas begitu memberikan semangat. Tidak dapat menahan terlalu lama, aku menanyakan sikapnya yang berubah akhir-akhir ini, “kamu kenapa? komunikasi kita beberapa hari ini tidak baik, tidak seperti biasanya,” selidikku. Dia diam sejenak, aku mendengarnya menghela nafas, “maaf bang, Rahma tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini, dalam agama kita tidak baik hubungan seperti ini, jika memang abang nanti serius, silahkan datang ke rumah, Rahma tunggu,” suaranya getir. Sontak aku terkejut, serasa dihujam jarum jarum kecil, aku seperti melayang, lama aku te...

Enam Cara Agar Hubungan Pertemanan Tetap Awet

Siapa manusia tidak punya teman di dunia ini? Barangkali tidak ada, karena secara lahirnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain di dalam hidupnya. Contoh sederhananya begini, ketika kita lahir jika tanpa bantuan orang lain dalam hal ini bisa saja orang tua, mulai dari memberikan kita air susu, makan, mengganti pakaian, dan lain sebagainya sehingga kita tetap bisa berada dalam kondisi yang baik. Belakangan ini cukup banyak orang yang bilang “saya tidak butuh orang lain dalam hidup ini”, bisa jadi orang ini adalah tidak pernah menjalani masa kecil, begitu lahir langsung dewasa dan bisa melakukan semua sendiri. Dengan kata lain adalah kita tidak perlu egois dan sombong untuk mengatakan tidak membutuhkan orang lain, oleh karena itu adalah penting untuk menjaga sebuah hubungan pertemanan agar tetap awet. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membuat kita dan orang di sekeliling kita tetap nyaman, nah ini dia : 1.     Jangan Membandin...

"Rasaki Inyiak"

Tengah malam mulai menjelang, angin kencang seolah bergulung menyapu pepohonan dari puncak bukit, dari kejauhan terlihat sekelompok pemuda tanggung sedang berkumpul di sebuah rumah kayu yang terletak tidak jauh dari bibir bukit pinus. Mereka terlihat mengelilingi perapian mempersiapkan suatu rencana, tidak ada satupun dari mereka yang tidak mengenakan jaket, maklum saja udara di kampung kami sangat dingin apalagi ketika malam tiba. Masing-masing dari mereka juga menggengam lampu senter besar, beberapa kali lampu senter mereka arahkan ke atas pohon durian. Kelompok mereka tidak memiliki pimpinan tetapi ada satu orang yang berpengaruh, namanya Ismail. Lain dengan kelompok ku, kami tidak memiliki senter besar tetapi kami punya tekad yang sama, bergerilya mencari durian di kebun orang lain pada tengah malam. Iya…benar sekali kami adalah kelompok pencari durian yang hanya akan berkumpul pada musim durian tiba.

Kampung Keling

Image
Kota Medan masih semberawut, setidaknya itu adalah pendapat pertama yang saya rasakan ketika kembali menginjakkan kaki di Ibukota Sumatera Utara tersebut. Kira-kira dua tahun lebih saya sudah tidak pernah lagi berkunjung ke Medan, kebetulan ada urusan kantor maka saya kembali mendatangi Medan. Agaknya kata semberawut bukan saja cocok untuk Kota Medan tetapi juga beberapa kota besar di Indonesia, kondisi jalanan yang macet adalah pemandangan utama nan lazim. Sangat tidak penting kenapa saya datang ke Medan, karena hanya urusan kantor biasa yang akan membosankan jika saya ceritakan. Perjalanan dari Pekanbaru menuju Medan bisa ditempuh dalam waktu satu jam jika menggunakan pesawat terbang, apabila dengan bus…yaaa bisa satu hari semalam. Soal naik bus untuk perjalanan jauh saya sudah kapok, sakit pinggang dan kepala, walaupun kadang naik pesawat juga tidak kalah pusingnya, maklum masih belum terbiasa ditambah lagi saya takut dengan ketinggian. Kondisi kesehatan saya ketika mau berangkat...

Dendam dan Kesetiaan 47 Ronin

Image
47 Ronin, buku ini menceritakan tentang pembalasan 47 Ronin terhadap seorang protokol Shogun bernama Kira. Pembalasan dendam para samurai tidak bertuan alias Ronin tersebut adalah buntut dari dua sabetan pedang Lord Asano terhadap Kira yang dianggap telah meremehkannya dalam sebuah acara resmi yang dihadiri langsung oleh Shogun. Akibat dari kejadian yang berlangsung cepat itu seluruh rangkaian acara dibubarkan, Kira bersimbah darah dan pada sore harinya Lord Asano harus melakukan seppuku (ritual bunuh diri secara terhormat) sesuai dengan perintah atas hukum yang berlaku di zaman kekaisaran Jepang sekitar tahun 1748. Tidak hanya melakukan seppuku , tanah air yang dipimpin oleh Lord Asano ikut diambil alih oleh Shogun sehingga para penduduk Desa Ako bertebaran mencari tempat tinggal untuk melanjutkan kehidupan mereka.

Kembali ke Masa Lalu

Image
Setelah dua bulan vakum dalam segala bentuk kegiatan tulis menulis, pagi ini selepas menyeduh segelas susu saya dengan sigap meraih notebook yang belakangan ini juga jarang dibuka. Beberapa hari yang lalu sempat saya gunakan untuk mengunduh beberapa filem, ah jadi teringat masa-masa kuliah dimana mengunduh filem adalah kegiatan sampingan yang kadang jadi prioritas utama di sela-sela kesibukan kuliah. Tengok saja di sudut-sudut kampus yang menyediakan wifi gratis maka disitulah para aktivis unduh filem berada, mereka rela berjam-jam menunggu hanya untuk mendapatkan satu atau dua filem yang mereka suka, bagian yang tidak enak adalah ketika tiba-tiba seroang kawan datang dan berkata, “ bagi filemnya dong”, dengan wajah yang amat polos. Tetapi bagi sebagian teman yang memiliki perasaan maka ia akan ikut dalam ajang unduh filem dengan skema unduh filem yang berbeda dan nanti apabila sudah selesai filem tersebut akan di barter.

DORNIER 328

Image
Alhamdulillah…adalah kata pertama kali yang aku ucapkan ketika Si burung besi baling-baling yang aku tumpangi mendarat mulus di Bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II di Kota Palembang. Perjalanan dari Kota Pekanbaru terasa begitu lama dan menegangkan, maklum baru kali pertama aku menumpangi sebuah pesawat jenis Dornier 328 bermesin turbo lengkap dengan dua baling-baling di kedua bentang sayap. Dahulunya pesawat buatan Dornier ini merupakan jenis pesawat yang sempat menjadi trend di eropa pada era tahun 1991, namun kini tidak diproduksi lagi.