aku ingin menjadi seorang palyboy kelas gembel........
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
sewaktu aku masih kecil........aku ingin sekali menjadi penakluk wanita.tapi karena tampang aku yang pas-pasan...........akhirnya aku jadi..........pria idaman wanita dech.........hahahahaha
Akhirnya kami menikah, pada Jumat 14 April 2017. Saya butuh waktu setidaknya sekitar enam tahun untuk menentukan sikap, terdengar cukup lama bagi sebagian orang, namun sebenarnya waktu yang sebentar saja. Lalu kenapa harus begitu lama? bagaimana tidak.., menikah bukan perkara gampang, tidak hanya menyatukan satu manusia dengan manusia lain, tetapi juga menyatukan satu keluarga dengan keluarga yang lain, menyatukan hubungan antar satu kerabat dengan kerabat lain, jika berakhir tidak baik maka bukan hanya dua orang manusia yang tidak baik tetapi juga hubungan-hubungan lain yang ada di dalamnya, sebaliknya juga begitu.
Sudah beberapa hari aku tidak bersekolah karena kabut asap, terakhir kali aku bercengkrama dengan teman senin pagi sebelum pengumuman bahwa sekolah akan diliburkan karena kabut asap pekat terus menyelimuti desa kami. Seperti biasa setiap hari senin pagi seluruh siswa dan guru turut serta dalam upacara bendera, aku selalu berdiri di barisan paling depan. Terkadang aku juga memimpin upacara sebagai komandan upacara, walaupun postur badanku kurus lengking tetapi suaraku keras dan tegas. “seperti yang kita ketahui bahwa bencana kabut asap telah melanda desa selama dua minggu ini, maka sesuai perintah dari Dubalang sekolah kita akan diliburkan selama satu minggu,” begitu pidato kepala sekolah saat upacara bendera. Seluruh siswa terdiam, tak terkecuali dengan aku yang sebentar lagi akan mengikuti ujian akhir tingkat sekolah dasar. Perasaan aku mulai tidak karuan, karena takut tidak bisa dengan leluasa belajar agar bisa lulus ujian akhir. Selepas pengumuman itu, seluruh aktivitas belajar...
17 Maret 2014, saya kembali melanjutkan petualangan saya di dunia kerja dengan sebuah profesi yang baru dan saya anggap cukup menantang karena kali ini saya bekerja dengan angka-angka dan tabel serta berbagai rumus yang tentunya sangat tidak saya sukai dari sekolahan. Semenjak menduduki bangku pendidikan, saya memang sudah tidak menyukai dunia hitung berhitung pokoknya yang berhubungan dengan angka sehingga wajar apabila saya tidak juga menyukai pelajaran turunanya seperti kimia dan fisika. Hal tersebut tentunya wajar membuat saya agak bodoh bukan terlalu bodoh sih dengan hitungan tetapi saya yakin apabila dahulu saya menyukai dan mencoba jatuh cinta dengan matematika dan sejenisnya maka saya tidak akan sesusah ini memahami angka. Saya dan Pak Julian Helmi Lubis Sudahlah kawan penyesalan tidak akan ada gunanya dan juga saya tidak menyesal amat karena memang saya tidak bodoh-bodoh amat lah dengan soal angka buktinya saya lulus juga ujian nasional dengan nilai 6 menempel d...
Comments
Post a Comment