aku ingin menjadi seorang palyboy kelas gembel........
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
sewaktu aku masih kecil........aku ingin sekali menjadi penakluk wanita.tapi karena tampang aku yang pas-pasan...........akhirnya aku jadi..........pria idaman wanita dech.........hahahahaha
Akhirnya kami menikah, pada Jumat 14 April 2017. Saya butuh waktu setidaknya sekitar enam tahun untuk menentukan sikap, terdengar cukup lama bagi sebagian orang, namun sebenarnya waktu yang sebentar saja. Lalu kenapa harus begitu lama? bagaimana tidak.., menikah bukan perkara gampang, tidak hanya menyatukan satu manusia dengan manusia lain, tetapi juga menyatukan satu keluarga dengan keluarga yang lain, menyatukan hubungan antar satu kerabat dengan kerabat lain, jika berakhir tidak baik maka bukan hanya dua orang manusia yang tidak baik tetapi juga hubungan-hubungan lain yang ada di dalamnya, sebaliknya juga begitu.
Prakkk....bunyi pintu rumah yang ditutup dengan keras oleh bapak, kemudian berjalan menuju dapur lalu memukul meja makan dengan tangannya, sekali lagi bunyi yang keras memecah kesunyian rumah kami di tengah malam. “bapak, jangan begitu kasihan anak-anak sudah tidur,” aku mendengar suara ibu mencoba menenangkan bapak. “ibu tidak usah banyak bicara, mana makanan aku lapar, aku lapar,” balas bapak geram, tangannya dikepalkan. Rupanya hari itu ibu tidak memasak lauk karena memang tidak lagi ada uang yang cukup untuk membeli lauk untuk dimasak. Kami hanya makan telur dadar buatan ibu yang dibagi tiga dengan dua orang adik ku. Perlakuan bapak seperti itu tidak hanya sekali dua kali, seringkali kami harus menghadapi emosi yang tidak jelas ketika beliau pulang larut malam. Ya benar sekali, bapak adalah seorang penjudi berat tidak hanya malam, namun siang hari aku juga kerap melihatnya bermain judi gaplek bersama beberapa orang temannya. Meja judi penuh dengan kacang, minuman dan beberapa lemb...
17 Maret 2014, saya kembali melanjutkan petualangan saya di dunia kerja dengan sebuah profesi yang baru dan saya anggap cukup menantang karena kali ini saya bekerja dengan angka-angka dan tabel serta berbagai rumus yang tentunya sangat tidak saya sukai dari sekolahan. Semenjak menduduki bangku pendidikan, saya memang sudah tidak menyukai dunia hitung berhitung pokoknya yang berhubungan dengan angka sehingga wajar apabila saya tidak juga menyukai pelajaran turunanya seperti kimia dan fisika. Hal tersebut tentunya wajar membuat saya agak bodoh bukan terlalu bodoh sih dengan hitungan tetapi saya yakin apabila dahulu saya menyukai dan mencoba jatuh cinta dengan matematika dan sejenisnya maka saya tidak akan sesusah ini memahami angka. Saya dan Pak Julian Helmi Lubis Sudahlah kawan penyesalan tidak akan ada gunanya dan juga saya tidak menyesal amat karena memang saya tidak bodoh-bodoh amat lah dengan soal angka buktinya saya lulus juga ujian nasional dengan nilai 6 menempel d...
Comments
Post a Comment