Posts

Ibu Ku Seorang Pembohong

Image
      “Bu...apakah aku sudah boleh sekolah?”, tanyaku pada ibu yang sedang memasak goreng ikan di dapur. Ibu tersenyum mengampiriku, “umur kamu masih empat tahun nak, itu artinya belum cukup untuk bisa bersekolah”, ibu membelai rambut ku. Tapi aku terus bersikeras ingin bersekolah, aku bosan dirumah apalagi ketika itu rumah kami hanya berjarak lima meter dari sekolah. “aku mau sekolah bu, kalau tidak boleh, aku mau ikut taman kanak-kanak saja,” kerasku. Ibu ku begitu sabar, ia memberitahu ku bahwa taman kanak-kanak hanya ada di ibukota kecamatan sedangkan kami berada satu jam dari ibukota kecamatan, satu jam karena jalan yang begitu buruk pada waktu itu. Hujan saja sedikit maka dijamin kendaraan akan susah payah memasuki desa kami.       Ibu ku adalah salah seorang dari tamatan sekolah pendidikan guru atau SPG yang ketika itu mengabdi di sebuah sekolah inpres. Jumlah ruangan kelas hanya empat ruangan saja, sedangkan jumlah guru hanya ada t...

Gadis Jendela

Image
Aku duduk termanggu menikmati segelas kopi di sebuah warung kopi tepat di tengah blok diantara rumah ku dengan gedung walikota. Adalah suatu kebiasaan bagiku duduk menikmati segelas kopi  dengan satu balok waffle rasa coklat yang disiram dengan saus vanilla. Kebetulan musim dingin, dimana-mana salju menyelimuti, atap gedung tertutup salju, jalanan memutih, mobil yang diparkir pun tak bisa mengelak dari selimut putih salju. Suasana warung kopi sore itu tidak seperti biasanya, kali ini terlihat lebih ramai mungkin karena efek musim dingin. Biasanya aku menikmati segelas kopi sambil menonton filem serial animasi kesukaan ku, tapi kali ini, aku harus menikmati kopi tanpa filem animasi karena tadi pagi aku lupa mengisi baterai laptop. Sembari menikmati alunan musik dengan ritme rendah kadang meninggi, mungkin tergolong musik pop. Semua orang terlihat begitu gembira, beberapa dari mereka sengaja datang bersama dengan sejumlah orang kawan untuk menikmati kopi dan waffle paling enak di ...

Selamat Wisuda Lusi!

Jam pelajaran baru saja usai, aku masih menunggu seorang teman yang belum keluar dari ruangannya. Berbeda dengan ku jika bel jam pelajaran usai maka secepat kilat juga aku mengemas barang lalu segera menuju pintu keluar. Beberapa anak mendatangi master, sebutan untuk para pengajar bimbingan belajar. Kebanyakan dari mereka yang mendatangi master adalah anak-anak perempuan, kalau adapun laki-laki pasti dia teman si perempuan itu. Belajar di bimbingan belajar jauh berbeda dengan di bangku sekolah, bimbel lebih kepada belajar instan yang penting mudah dipahami dan lebih banyak trik untuk memecahkan soal sehingga terlihat lebih mudah. Terkadang pada saat jam pelajaran musik-musik mozart diputar yang katanya bisa meningkatkan kecerdasan otak, tapi bagi ku cuma membuat ngantuk, zzzZZZZz. Pernah sekali, aku mencoba rumus bimbel waktu jam pelajaran fisika di sekolah bukannya pujian yang aku dapat, malah guru fisika marah bukan kepalang. “pakai rumus sesuai buku, itu namanya jalan pintas,” gera...

Do’a Dubalang

Sudah beberapa hari aku tidak bersekolah karena kabut asap, terakhir kali aku bercengkrama dengan teman senin pagi sebelum pengumuman bahwa sekolah akan diliburkan karena kabut asap pekat terus menyelimuti desa kami. Seperti biasa setiap hari senin pagi seluruh siswa dan guru turut serta dalam upacara bendera, aku selalu berdiri di barisan paling depan. Terkadang aku juga memimpin upacara sebagai komandan upacara, walaupun postur badanku kurus lengking tetapi suaraku keras dan tegas. “seperti yang kita ketahui bahwa bencana kabut asap telah melanda desa selama dua minggu ini, maka sesuai perintah dari Dubalang sekolah kita akan diliburkan selama satu minggu,” begitu pidato kepala sekolah saat upacara bendera. Seluruh siswa terdiam, tak terkecuali dengan aku yang sebentar lagi akan mengikuti ujian akhir tingkat sekolah dasar. Perasaan aku mulai tidak karuan, karena takut tidak bisa dengan leluasa belajar agar bisa lulus ujian akhir. Selepas pengumuman itu, seluruh aktivitas belajar...

Mengatasi Sang Penjilat di Tempat Kerja

Image
*ist Saya mulai berfikir bahwa seorang penjilat lebih mengerikan dibanding dengan seorang koruptor, bagaimana tidak, karena seorang penjilat tidak hanya mampu menghambat satu orang bahkan ia bisa menghambat laju dari banyak orang. Penjilat bisa berada dimana saja dan kapan saja, misalnya ketika anda berada di dalam kelas, di tempat kerja, di lingkungan keluarga, ditengah-tengah acara penting pokoknya dimanapun yang namanya penjilat selalu ada. Saya akan membeberkan bagaimana biasanya si penjilat beraksi, saya ambil contoh kali ini di lingkungan kerja. Biasanya sikap yang paling menonjol dari si penjilat adalah berpura-pura menjadi pekerja keras di depan atasan lalu menjadi super malas ketika atasan sedang tidak ada. Kemudian biasanya si penjilat juga terlihat sangat antusias apabila ada pertemuan bersama dengan selalu menonjol dalam berbicara walaupun hanya sekedar menjawab hal-hal yang tidak penting. Tidak kalah penting juga adalah si penjilat akan selalu berusaha mencari-cari ke...

"Lingkaran Setan" Pemberitaan Media Massa di Indonesia

Sebagai salah seorang yang telah bergelimang di dalam dunia Jurnalistik sebagai jurnalis saya sedikit banyak mengetahui tentang bagaimana cara memperoleh informasi dari narasumber lalu membuatnya menjadi sebuah berita yang layak untuk dibaca. Namun pada kali ini kita tidak akan membahas tentang bagaimana cara membuat berita tetapi kita akan membahas mengenai “lingkaran setan” pemberitaan media massa di Idnonesia baik itu skala nasional maupun daerah yang secara tidak sadar adalah ulangan kejadian yang sama. Fenomena lingkaran setan terjadi seolah tidak pernah putus dan selalu berulang dari waktu ke waktu, sehingga dengan mudah kita akan menebak berita yang muncul di media massa hingga akhir dari berita tersebut. Kalau tidak percaya coba simak penjelasan singkat saya sebagai berikut :

This is Our Holiday

Image
Rutinitas pekerjaan tak pelak membuat kami juga merasa bosan dan ingin sekali rasanya melegakan otak dengan cara jalan-jalan. Sebelumnya kami juga telah melakukan banyak perjalanan, hingga hampir semua destinasi di wilayah Kota Padang telah kami jejaki. Namun beberapa tahun belakangan ini kami tak lagi bisa liburan dan berkunjung ke tempat wisata sesuka yang kami inginkan, karena jarak yang cukup jauh dan pekerjaan yang “membuang waktu”. Hari ulang tahun kemerdekaan yang ke 70 tiba, tentunya semua dirayakan dengan upacara dan liburan. Saya memilih bagian liburan karena selain ingin menenangkan otak, rasa ingin bertemu dia juga bergejolak. Kalau nama kerennya rindu-rindu gimana gitu....:D. Segala sesuatunya telah saya persiapkan jauh-jauh hari untuk liburan kali ini, saya membutuhkan stamina yang lebih karena akan melakukan perjalanan dengan sepeda motor alias touring menuju Kota Padang dari Teluk Kuantan. Sekitar 220 kilometer mungkin yang akan saya tempuh, tapi tentunya tidak aka...